Oleh. Ali Anwar Mhd
(Koord Jaringan SDI Network kab. Nganjuk)
Masih Ingat dengan SDI Network? Lama sekali saya tidak membuat catatan tentang SDI Network tersebut.
Memang selama terjadi pandemi corona, semua aktifitas terhenti, termasuk terkait SDI Network.
Pernah satu kali mengadakan pertemuan melalui via zoom meeting selama dalam pandemi.
SDI Network, adalah perkumpulan Sekolah-sekolah Dasar Islam yang ada di kabupaten Nganjuk, yang ber-mainstream ala Ahlusunah wal Jamaah An-Nahdliyyin. Kumpulan sekolah-sekolah Islam yang berafiliasi ke Nahdlatul Ulama (NU).
Ada sekitar 15 SDI yang tergabung, dan beberapa (3 lembaga) yang baru berdiri di tahun ajaran ini (2020-2021) baru masih tahap komunikasi.
Salah satu yang tergabung di SDI Network adalah SDIT Al- Haromain Sawahan Nganjuk.
SDI yang berada di bawah gunung Wilis. Jarak sekitar 25 Km dari kota. Dekat air terjun Sedudo.
Kemarin, Senin 02 Agustus 2020, saya berkunjung ke lokasi tersebut. Setelah bersilaturahim ke beberapa kolega. Antara lain pengurus NU dan Muslimat Sawahan.
Ada perkembangan menarik setelah saya melihat dan berbincang dengan para pengelola. Lama memang saya tidak berkunjung ke lokasi secara langsung.
Beberapa waktu yang lalu, jumlah siswa angkatan awal masih berjumlah 9 siswa, atau belasan siswa, sekarang di angkatan keempat sudah mulai ada perkembangan menuju angka 20 an.
Lokasi di perkampungan-pegunungan nampaknya memberikan dampak terhadap hal baru yang hadir. Di kecamatan Sawahan yang saya tahu Al Haromain adalah satu-satunya SDI.
Perkembangan menarik lainnya adalah, sudah memiliki gedung baru beberapa lokal, plus kantor. Dulu saat saya datang pertama, lokal sekolah belum memiliki. Masih menempati lokal seadanya, itupun bukan milik sendiri.
Ketika itu baru hanya ada gambaran wakaf tanah. Yang sekarang di tanah wakaf tersebut sudah berdiri beberapa lokal bangunan. Dan masih tersisa yang bisa dibangun untuk banyak lokal.
Lokasinya sangat strategis. Persis di depan Kantor Urusan Agama (KUA). Berhadap-hadapan dengan KAU.
KUA secara historis terang. Sejak kelahirannya sudah dibidani dan diperani oleh para Kiai NU. Kepala KUA yang sekarang adalah alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang. Santri pondok yang didirikan Mbah Wahab (pendiri NU).
Di samping dekat KUA dan RA Perwanida (yang berhadapan), juga dekat dengan Masjid Agung (jami') kecamatan Sawahan. Yang kegiatannya yang saya tahu secara Amaliah adalah NU.
Dahulu, sudah lama, ekitar tahun 2001-20002 saya sering berjamaah dan shalat Jumat di masjid tersebut.
Saat itu, saya menjadi pendamping program pemerintah. Mendampingi program pemberdayaan di seluruh desa yang ada di kecamatan Sawahan.
Program yang saya dampingi bermitra dengan pemerintah melalui Bapeda. Saya bernaung dibawah lembaga Spektra Surabaya. Pendiri dan Direkturnya adalah H. Roni Sya'roni, yang sekarang menginisiasi dan mendirikan SDI Mitahul Huda Keringan Nganjuk. SDI yang sudah menjadi rujukan beberapa pengelola SDI lainnya. Juga salah satu penginisiasi berdirinya SDI Network di Kabupaten Nganjuk.
Di samping itu, lokasi SDIT Al Haromain juga dekat dengan Lapangan dan pasar besar, yang menjadi pusat kegiatan desa-desa se kecamatan. Juga dekat dengan pesantren Tahfidzul Qur'an.
Kesimpulan saya, secara geografis sangat strategis. Untuk iklan, publis, dan promosi lain, serta pemanfaatan fasilitas potensi lingkungan eksternal sangat terbuka sekali. Kuncinya harus open pengelolaan dan berjejaring dengan potensi (fasilitas) yang tersedia di luar, selama diinternal fasilitas yang ada masih terbatas.
Sedang secara kultur, di kecamatan Sawahan, gerakan kegiatan NU yang terdiri dari 9 ranting (desa) dan puluhan anak ranting NU (dusun) berjalan sangat baik dan masif. Seluruh kegiatan organisasi induk, lembaga, Banom juga berjalan baik. Baik yang bersifat ritual keagamaan, budaya, maupun sosial-ekonomi
Bahkan NU Sawahan sudah memiliki beberapa produk unggulan kreatif yang sudah dipasarkan secara luas. Memiliki kemasan beras berNuansa, Kopi merk NGopiNU, Chiken NU dll. Di Sawahan tempat tanaman cengkeh, kopi, padi, palawija, dan buah-buahan, termasuk durian. Sehingga melahirkan kreatifitas usaha baru bagi anak -anak muda NU.
Bersama Kepala SDIT Al-Haromain, Bapak Moh. Hasim, S.Ag.
Ada contoh. Di salah satu SMK di kecamatan Pace, setiap tahunnya selalu mendapatkan siswa ratusan. Dan selalu tidak bingung dalam pencarian siswa. Hal tersebut ternyata dilalui dengan melakukan kerjasama dengan struktur NU dan pendekatan kultural NU. Siswa tersebut dari setiap desa se kecamatan Pace selalu ada. Hasil kerjasama malalui gerakan struktur bisa berjalan.
Tentu yang tidak kalah pentingnya, setelah semua proses bersebut dilalui adalah pengelolaan secara serius. Juga harus memiliki karakteristik dan program atau produk unggulan yang bisa dihasilkan. Yang bisa dilihat dan rasakan oleh para wali murid (custemer).
Program atau produk unggulan disesuaikan dengan kebutuhan kekinian. Program yang menurut pengguna (wali murid) dibutuhkan dengan kesesuaian. Di samping itu juga ada keterlibatan atau partisipatif dari semua komponen, terutama wali murid. Sehingga akan melahirkan kepuasan bersama dari hasil layanan proses pendidikan.
Jika sudah demikian, sekolah sudah tidak perlu ber-iklan lagi, tapi sudah ada iklan yang berjalan dengan sendirinya. Yaitu para pengguna atau mantan pengguna atau pemanfaat jasa dan layanan Sekolah. Mereka akan menyampaikan dengan sendirinya.



0 Komentar